Rasanya berat untuk membuka mata. Ada apa? Entah... Jam tidur yang kurang? Tidak juga. Malah belakangan ini tidur selalu menjadi lebih panjang. Hampir setiap hari bangun ketika matahari telah naik tinggi. Tapi tidur tidak juga menjadi pelepas lelah dan beban. Malah selalu rasanya begitu lelah untuk bangun dan menyambut dunia kembali.
Sering terbangun dalam tidur. Berpikir tentang banyak hal. Hal-hal penting yang sebenarnya tidak penting. Ya, terlalu banyak hal tidak penting dalam hidup ini yang terlihat seakan-akan penting atau dibuat menjadi penting. Dan rasanya mulai muak sendiri.
Terlintas di pikiran, apakah tidur ini kini telah menjadi kegiatan untuk melarikan diri dari kehidupan dan dunia? Mungkin. Hanya ingin menutup mata selama mungkin dan tidak mempedulikan apapun, siapa pun. Bahkan diri sendiri, juga pikiran sendiri dan hati ini. Hati yang belakangan ini tak pernah merasa bahagia, mengecil dan merasa terasing.
Walau telah mencoba menghibur hati dengan nyanyian gembira, dengan wajah-wajah ceria, namun tetap saja ia masih merajuk. Dan pikiran ini entah berkelana ke mana, tak pernah mau diam sejenak. Tak mau bersahabat dengan hening. Berlari, berputar, tersesat... Meski saat mata telah menutup, mencoba melupakan semua. Melupakan hati dan pikiran. Tak pernah mampu.
Aku lelah, dan sangat lelah karena tak tahu darimana lelah itu berasal. Aku butuh bicara pada sang Jiwa. Karena dia yang tahu segalanya. Segalanya tentang aku, hatiku dan pikiranku. Mengapa mereka tak bahagia, mengapa mereka tersesat. Dan mengapa energi jiwaku perlahan menghilang. Entah terhisap ke mana dan oleh apa.
Tapi di manakah kunci pintu jiwaku? Hilang? Aku mencari dan mencari. Mengapa tak jua terlihat? Tahukah kau di mana bisa kutemukan? Tolong beritahu padaku. Tolong bantu aku mencarinya. Agar aku bisa membuka pintu itu, masuk ke dalam dan bicara pada jiwaku...
sumpah bukan gue yang ambiiill...
BalasHapus;p
iyeeeeeeeeeeeee....percayaaaaaa :D
BalasHapus