Laman

Sabtu, 31 Juli 2010

Terbang Pergi...

Aku bertanya pada Tuhan, jalan mana? Bukan ingin melepas kewajiban diri, namun suara hati tak terdengar jelas. Lalu mentari kembali terbit, seakan tak pernah lelah. Dan suara itu berkata perlahan, ini titik akhirnya, Sayang...

Jatuh tetes airmata, tertutup sudah pintu hati. Terkunci dengan pasrah. Sudah, akhiri saja. Tak sanggup lagi biarkan tanya dan ragu mengintip. Biarkan kunikmati sedih ini. Tak perlu ada yang mengerti.

Mimpiku telah terbang pergi. Kutatap dirinya untuk terakhir kali dengan senyum perih. Lama sudah ia memohon pembebasan ikatan, yang telah melemahkan sayap-sayapnya. Kasihan dia. Terbelenggu dalam ingin tanpa ketulusan. Menodainya, kehilangan kemurnian.

Dan biarkan aku sekali lagi, mengenang rasa manis itu. Yang pernah jadi milik jiwa. Yang pernah menjadi warna hidup. Yang selamanya menjadi lukisan indah yang tak selesai, karena hasrat yang telah lenyap tak berbekas.

Biarkan aku memberikannya sebuah pelukan selamat tinggal... Selamanya, hanya ada goresan cinta di sini, bukan kebencian, Sayang...

1 komentar: